Tak bisa disangkal bahwa pengguna kendaraan bermotor semakin hari semakin meningkat saat ini. Sedikit mengherankan memang, karena peningkatan pengguna kendaraan justru meningkat pasca terjadinya krisis ekonomi yang mengguncang Indonesia. Bisa dikatakan sesuatu yang berbeda dari yang seharusnya. Berita yang mengatakan bahwa masyarakat kita yang berada pada kemiskinan justru berbanding terbalik dengan kenyataannya di lapangan. Lihatlah begitu ramainya kendaraan di jalan raya di hampir semua daerah di Indonesia. Hingga terkadang kita bingung untuk membedakan mereka yang miskin dengan yang tidak. Karena  hampir semua rumah memiliki sebuah kendaraan bermotor.

Sebagai pengguna kendaraan bermotor, tentu ada pengaruh dari peningkatan jumlah pemakai kendaraan di jalan raya saat ini. Karena semakin banyak orang yang menggunakan kendaraan bermotor tentu semakin rentan pula terjadi kecelakaan. Lihat saja berita mengenai kecelakaan yang hampir setiap hari menghiasi media elektronik, cetak maupun on line. Seolah-olah jalan raya muncul menjadi pembunuh utama manusia saat ini. Hingga muncul jargon, "Sungguh ngeri di Indonesia saat ini. Naik pesawat jatuh, naik kapal laut tenggelam atau terbakar, naik kereta terguling, naik bus masuk jurang, naik motor di tabrak bahkan jalan kaki juga masih ditabrak kendaraan." 


Tentu ada banyak alasan yang menyebabkan meningkatnya angka kematian para pengguna  kendaraan bermotor. Alasan tersebut bisa disebabkan oleh pengguna kendaraan bermotor itu sendiri, kelayakan dan kelengkapan kendaraannya, fasilitas jalan raya yang buruk hingga masalah surat-surat kendaraan seperti SIM yang makin mudah didapat. Namun terlepas dari alasan-alasan tersebut, ada satu hal sesungguhnya yang benar-benar harus diperhatikan dalam berkendaraan. Satu hal yang sesungguhnya dapat mengurangi angka kecelakaan itu adalah mengertinya etika kendaraan. 

Apa sajakah etika berkendaraan yang patut kita perhatikan dan laksanakan? Berikut ini adalah etika-etika tersebut :

  • Positive thinking, berpikirlah  positif ketika berkendaraan. Karena ketika kita tidak memiliki pikiran yang positif akan memudahkan kita untuk terpancing emosi dan hal-hal negatif dalam berkendaraan. Misalnya ketika ada pengendara lain yang ngebut mendahului kita maka berpikirlah bahwa orang tersebut pasti dalam kondisi terburu-buru, mungkin oleh pekerjaan, kondisi keluarga yang sakit atau hal-hal lainnya. Dengan begitu kita tidak merasa tersinggung ketika kendaraan kita disalib oleh kendaraan bermotor lainnya. Banyak kecelakaan terjadi karena adanya perasaan tersinggung dan emosi dengan ulah pengendara lain. Hal ini biasanya terjadi pada pengendara yang berusia remaja. Karena mereka mudah terpancing emosi saat kendaraannya disalib oleh pengendara lain.
  • Mengalah lah demi keselamatan. Ketika berada dijalan raya biasanya kita akan bertemu dengan para pengendara kendaraan bermotor yang ugal-ugalan dan tidak punya etika sehat. Ketika bertemu mereka mengalah lah demi keselamatan. Misalnya mengalah untuk menepi lebih tepi lagi pada bahu jalan walaupun kita berada pada jalur kita. Karena sering kita bertemu dengan pengendara yang seolah-olah memiliki semua lebar jalan sehingga mereka bahkan memakai jalur kita. Atau mereka yang tetap ngebut meskipun jalan dalam kondisi buruk. Memang kita jengkel dengan ulah mereka. Tapi cukuplah mengalah demi keselamatan kita sendiri.
  • Berilah tanda atau sign. Pemberian tanda seperti membunyikan klakson pada saat tertentu sesungguhnya memberikan makna tersendiri. Misalnya ketika kita mendahului kendaraan lain, atau kendaraan lain yang mengalah memberikan kesempatan kita untuk mendahului mereka. Dengan membunyikan klakson pendek bisa diartikan kita memberikan ucapan terimakasih kepada pengendara lain. Sekalipun kita tidak kenal dengan pengendara lain tersebut. Karena dengan hal ini akan memunculkan perasaan senang dan saling menghormati diantara sesama pengendara.  Tapi ingat hanya membunyikan klakson dengan suara rendah dan pendek. Karena bila bunyinya panjang, berulang kali dan keras tentu justru membuat tersinggung pengendara lain.
  • Cek lah kelengkapan kendaraan kita. Banyak pengendara yang siap ngebut tapi tidak siap dengan rem mereka. Sehingga ketika dituntut untuk memperlambat atau menghentikan kendaraan, mereka tidak bisa karena kondisi kendaraan yang kurang layak pakai. Hal inilah yang sering menyebabkan banyak terjadinya kecelakaan. Maka periksalah kondisi penting pada kendaraan kita, seperti rem, kaca spion, lampu sign, atau klakson. Hal ini penting untuk keselamatan kita dan orang lain.
  • Ikutilah rambu lalu lintas. Hal yang paling penting tentu masalah ketertiban mengikuti aturan rambu lalu-lintas. Banyak kecelakaan terjadi akibat diabaikannya rambu lalu lintas yang terpasang. Bagaimanapun rambu lalu lintas akan sangat berguna untuk memberi informasi kepada kita mengenai keadaan jalan disekitar kita. Terlebih pada jalan yang baru atau asing bagi kita. Dengan memperhatikan rambu tntu memberikan kehati-hatian saat berkendaraan.
  • Hindari berkendaraan saat kondisi tubuh tak sehat atau fit. Ketika kita dalam keadaan lelah atau mengantuk tentu tak aman untuk berkendaraan. Karena bisa membahayakan diri kita dan orang lain. Maka hindarilah berkendaraan pada kondisi ini.
  • Perbanyaklah doa saat berkendaraan. Dengan memperbanyak doa maka akan mengembalikan konsentrasi dan fokus kita. Banyak kecelakaan terjadi akibat pengendara yang melamun, mengantuk atau tidak konsentrasi. Maka dengan berdoa maka akan mengingatkan pikiran dan hati kita untuk tetap fokus dalam berkendaraan.
Etika berkendaraan inilah yang semakin langka dilakukan oleh para pengguna kendaraan saat ini. Padahal kalau etika ini diterapkan tentu kecelakaan di jalan raya akan semakin berkurang. Memang banyak kecelakaan terjadi bukan karena kesalahan kita. Ketika kita sudah hati-hati ternyata orang lain yang tidak hati-hati. Namun demikian dengan menjaga dan memiliki etika tersebut semoga menciptakan budaya selamat di jalan raya.




Comments

2 Responses to “Etika berkendaraan Yang Layak DiKetahui”

  1. Yazid Fahmi on 25 Maret 2012 14.44

    Mau nambahin, jangan berkendara bila sedang atau dalam keadaan mabuk atau mengantuk.Karena hal ini yang sering jadi masalah.

    oh ya, berkunjung serta berkomentar juga ya di blog ane. salam kenal

  2. Ahsan Muhlisun on 25 Maret 2012 23.19

    setuju banget ...itu termasuk penyebab kecelakaan utama..ok.thanks