Di awal-awal punya momongan sering sekali terjadi salah paham. Apalagi kalau kita tinggal jauh dari orang tua. Dimana semua kegiatan merawat bayi dilakukan oleh kita sendiri. Andai pun mau nyari baby sitter, belum bisa plong untuk melepaskan kegiatan mengasuh si kecil. Ya otomatis kegiatan mengganti popok, membersihkan si kecil dari kencing dan kotoran, memberi susu, menggendong, menenangkan waktu si kecil nangis dan rewel, dan segudang kegiatan mesti dilakukan oleh kita sendiri. Kadang bagi suami bisa enak-enak tidur tanpa perduli dengan keadaan si kecil. Sementara sang istri sibuk mengganti popok si kecil di tengah malam. Atau dengan alasan habis kerja berat sang suami bisa langsung istirahat terus molor tanpa menoleh istrinya yang kerepotan bolak balik menenangkan si kecil yang rewel. 

Akan tetapi keadaan bisa berubah ketika sang sang istri sakit. Karena semua tugas merawat si kecil mau tidak mau harus lakukan oleh sang suami. Kecuali bila dia tega melihat si kecil basah dengan ompol dan kotoran yang sudah bertebaran di tubuhnya. Atau dia tetap membutakan mata serta meniadakan telinga sehingga istri yang lagi sakit dengan terpaksa masih juga turun tangan. Sepertinya si istri bakalan nyesel kenapa suami mau enaknya saja. Dan yang terjadi adalah hak suami untuk mendapatkan nafkah batin yang dikurangi dan bisa jadi hilang sama sekali.

Next Page →