Mimpi adalah bunga tidur. Artinya hiasan yang kita lihat saat kita terlelap tidak sadarkan diri. Banyak orang beranggapan bahwa mimpi tidak memiliki makna sama sekali. Sementara pihak lain setuju bahwa mimpi merupakan informasi yang diberikan Allah swt untuk memberitahu hambanya akan hal yang akan ia jalani. Karena berbagai alasan maka mimpi bisa muncul dalam bentuk yang berbeda-beda. Misalnya mimpi indah, seram, mengejutkan, atau mimpi yang tak terlupakan seumur hidup.
Dari berbagai macam bentuk mimpi yang kita alami, ada beberapa mimpi yang bisa kita maknai dan 99% terjadi dalam hidup kita. Kalau kita baca sejarah para nabi, maka akan kita jumpai adanya mimpi - mimpi yang dialami oleh mereka. Nabi Ibrahim misalnya, yang bermimpi menyembelih putranya Ismail. Lalu Nabi Yusuf yang bermimpi matahari dan sebelas bulan sujud kepadanya, atau mimpi yang dialami oleh nabi Muhammad saw. Maka dapat disimpulkan bahwa meyakini kebenaran mimpi bukanlah syirik. Apalagi kalau kondisi kita dalam keadaan suci ketika tidur. Namun demikian kita tidak bisa begitu saja mempercayai kebenaran mimpi yang dialami oleh seseorang yang kadar imannya meragukan. Semacam tukang ramal,dukun,ahli nujum atau mereka yang terjebak dalam rutinitas kemusrikan. Dizaman nabi saja ada mimpi - mimpi raja yang tidak mampu ditafsirkan oleh ahli nujum. Seperti mimpi raja yang melihat tujuh ekor sapi kurus memakan sapi gemuk. Maka untuk melihat apakah mimpi kita bermakna atau tidak ada beberapa hal yang bisa kita garis bawahi:


