Rasanya sudah tak terhitung lagi berbagai macam peringatan dan larangan yang dibuat oleh pemerintah kita. Baik dalam bentuk rambu,banner, pamflet, spanduk, iklan dan sebagainya. Namun terasa kurang bermanfaat semua itu. Padahal semua peringatan dan larangan tersebut dibuat untuk dipatuhi oleh kita. Yang ada justru menjadi bahan lelucon, pajangan dan sesuatu yang tanpa makna. Meskipun ada banyak nilai dan manfaat jika kita menjalankannya. Namun lihatlah, bukan menghindari apa yang dilarang justru melakukan yang di larang.Banyak sekali contoh peringatan yang ada disekitar kita. Berikut ini adalah peringatan dan larangan yang hanya sebagai pajangan saja.

Peringatan yang ada pada bungkus rokok. Jelas sekali disana tertulis begitu besar bahaya dari merokok. Baik yang sifatnya cepat, lama, maupun yang permanen. Disamping itu kita dapat melihat banner tentang zat berbahaya yang terkandung pada sebatang rokok ditempat-tempat umum. Namun sepertinya semua peringatan itu tidak ada gunanya. Masih saja banyak orang yang merokok. Masih saja banyak mereka yang tidak terlalu resah dan khawatir dengan resiko yang akan mereka dapatkan. Sehingga terkesan sia sia saja peringatan tersebut.


Peringatan dan larangan rambu lalu lintas. Rambu peringatan dan larangan merupakan media informasi bagi masyarakat. Tujuan utamanya adalah menciptakan disiplin demi saling menjaga keselamatan dan kenyamanan bagi semua orang. Tapi kenyataannya adalah banyaknya peringatan dan rambu larangan yang dilanggar oleh masyarakat kita. Jelas ada larangan parkir atau stop. Tapi justru disana banyak kendaraan berhenti. Sehingga mengganggu pengguna jalan yang lain. Padahal tak sedikit pula yang tahu bahwa hal itu melanggar. Tapi ya hanya pajangan saja seolah olah rambu larangan tersebut.

Peringatan untuk tidak memberi imbalan. Bagi mereka yang pernah atau biasa mengurus surat-surat administrasi, tentu bisa melihat tulisan peringatan untuk tidak memberi imbalan pada hampir semua perkantoran pemerintahan. Baik di tingkat pusat maupun daerah. Itu artinya dilarang membudayakan memberi imbalan atau uang pelicin kepada pegawainya. Tapi fakta yang terjadi adalah, budaya memberi uang pelicin justru makin marak saat ini. Dan memang nyata, ada perbedaan pelayanan ketika kita memberi imbalan dan ketika tidak memberi. Begitu pula dengan larangan mengunakan calo pada pembuatan surat-menyurat dan dokumen. meskipun tertulis disana, namun tetap saja terjadi pelanggaran tersebut.
Dan rasanya masih banyak lagi contoh peringatan dan larangan yang ada disekitar kita yang terkesan tidak punya makna.
Pertanyaannya adalah mengapa semua itu terjadi?.Bagaimanapun ada banyak penyebab yang menjadikan semua peringatan dan larangan tersebut tak begitu berfungsi.

  • Yang pertama adalah kurang sadarnya masyarakat kita untuk menjalankan dan mematuhi semua peringatan dan larangan kita. Mereka terkesan menganggap peringatan dan larangan bukan untuk mereka tapi orang lain. Selain itu kebiasaan buruk melanggar aturan merupakan penyakit yang turun menurun karena kebiasaan buruk yang terbawa dari keluarga, lingkungan dan pendidikan.
  • Yang kedua adalah karena kurang tegasnya aparat dan pihak yang berwenang untuk memberikan efek jera pada mereka yang melanggar. Terkesan mereka yang berwenang menindak para pelanggar juga ikut menikmati pelanggaran tersebut. Ketika banyak yang melanggar tentu akan ada pemasukan. seperti uang pelicin, dan imbalan. Sehingga masyarakat menjadi biasa karena semua itu tak akan merugikan mereka.
  • Yang ketiga karena faktor buruknya kinerja pegawai di pemerintahan. Sulitnya mengurus dokumen sering dijadikan alasan pemberian uang pelicin dan penggunaan calo.Selain itu waktu yang mepet juga bisa menjadi alasan.
  • Yang terakhir adalah barangkali kita akan jera jika musibah menimpa kita. Misalnya ketika kita mendapat kecelakaan, di penjara, musibah banjir, wabah penyakit dan sebagainya.
Entah sampai kapan kita akan mengabaikan dan melakukan pelanggaran. Namun tentu masih ada mereka yang patuh dan perduli dengan peringatan dan larangan tersebut. Dan sangat dibutuhkan kesadaran dari semua pihak. Agar tercipta keselamatan, kesehatan, keuntungan, dan kenyamanan untuk kita semua.

Comments

2 Responses to “Budaya Mengabaikan Larangan Dan Peringatan Di sekitar Kita”

  1. Adang Muhammad on 24 Februari 2012 02.08

    betul memang,,, dikita itu aturan dibuat untuk di langgar hehehe..

    jangan lupa ikuti event Pasang Peta

    Berhadiahnya ya


    salam bahagia

  2. Ahsan Muhlisun on 25 Februari 2012 21.49

    makanya terkesan hanya hambur-hambur dana buat spanduk atau rambu kalau dah jelas enggak akan dipatuhi. trims kunjunganya.