Di awal-awal punya momongan sering sekali terjadi salah paham. Apalagi kalau kita tinggal jauh dari orang tua. Dimana semua kegiatan merawat bayi dilakukan oleh kita sendiri. Andai pun mau nyari baby sitter, belum bisa plong untuk melepaskan kegiatan mengasuh si kecil. Ya otomatis kegiatan mengganti popok, membersihkan si kecil dari kencing dan kotoran, memberi susu, menggendong, menenangkan waktu si kecil nangis dan rewel, dan segudang kegiatan mesti dilakukan oleh kita sendiri. Kadang bagi suami bisa enak-enak tidur tanpa perduli dengan keadaan si kecil. Sementara sang istri sibuk mengganti popok si kecil di tengah malam. Atau dengan alasan habis kerja berat sang suami bisa langsung istirahat terus molor tanpa menoleh istrinya yang kerepotan bolak balik menenangkan si kecil yang rewel. 

Akan tetapi keadaan bisa berubah ketika sang sang istri sakit. Karena semua tugas merawat si kecil mau tidak mau harus lakukan oleh sang suami. Kecuali bila dia tega melihat si kecil basah dengan ompol dan kotoran yang sudah bertebaran di tubuhnya. Atau dia tetap membutakan mata serta meniadakan telinga sehingga istri yang lagi sakit dengan terpaksa masih juga turun tangan. Sepertinya si istri bakalan nyesel kenapa suami mau enaknya saja. Dan yang terjadi adalah hak suami untuk mendapatkan nafkah batin yang dikurangi dan bisa jadi hilang sama sekali.

Setiap pasangan yang baru menikah tentu menginginkan untuk tinggal dan menempati rumah mereka sendiri. Sebenarnya tak mesti harus rumah sendiri, namun bisa pula rumah kontrakan. Yang penting adalah mereka tinggal terpisah dengan orang tua mereka. Namun karena berbagi hal maka tak semua keinginan tersebut dapat terpenuhi. Sehingga ada diantara pasangan baru tersebut yang memilih untuk ikut tinggal dengan orang tua atau mertua mereka.

Sebenarnya tinggal dengan orang tua atau mertua bukanlah masalah atau aib. Karena dengan begitu orang tua akan bisa memberikan ilmu dan pengalaman berharga mereka kepada pasangan baru tersebut. Namun tentu akan berbeda ketika kita bertahun-tahun tetap hidup dengan orang tua sementara keluarga kita pun semakin berkembang. Karena yang dikhawatirkan  adalah munculnya  banyak konflik yang di kemudian hari. Mungkin bukan dari orang tua, namun bisa terjadi akibat gesekan pihak ketiga atau pasangan kita sendiri. Maka sisi negatif yang biasanya muncul pada mereka yang tinggal serumah dengan orang tua atau mertua adalah :

Mendongeng merupakan kegiatan yang dilakukan oleh orang tua kepada anak-anaknya. Kegiatan ini biasa dilakukan sebagai pengantar tidur atau ketika sedang berkumpul bersama. Ada beragam cerita yang disampaikan saat mendongeng. Cerita tersebut bisa berupa kisah binatang, kisah para nabi maupun cerita yang pernah dilihat dalam film atau televisi.

Sayangnya banyak orang tua yang mulai meninggalkan kebiasaan mendongeng kepada anak-anaknya. Selain waktu mereka yang tersita untuk pekerjaan,  faktor media juga mempengaruhi hal tersebut. Wajar karena saat ini sudah banyak media yang bisa dijadikan penghibur, tontonan serta tuntunan bagi mereka. Seperti televisi, game, komputer dan media hiburan lainnya. Sehingga baik orang tua maupun anak jarang sekali mau menyempatkan waktu untuk saling mendengar dan berbagi kisah yang mereka alami. Padahal ada banyak manfaat dan sisi positif yang diperoleh dari kegiatan mendongeng baik untuk orang tua maupun  bagi anak-anak itu sendiri. 

Sudah hampir dua minggu pengumuman hasil UKA 2012 diumumkan. Ada berbagai perasaan yang ada pada setiap guru yang mengikuti test UKA. Bagi mereka yang lulus tentu merasa senang meskipun masih harus mengikuti proses berikutnya. Sementara yang tidak lulus tentu merasa kecewa, galau dan tak sedikit juga yang frustasi. Wajar karena proses untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi tentu mesti tertunda dahulu. Bahkan bisa jadi malah hilang kesempatan.

Ada banyak ekpressi kekecewaan yang ditunjukkan oleh mereka yang tidak lulus  UKA. Ada yang biasa-biasa saja menanggapinya. Namun ada pula yang menggalang aksi untuk menolak hasil UKA sertifikasi guru 2012. Misalnya seperti yang dilakukan oleh guru-guru di Bandar Lampung yang mengajukan penolakan akan hasil UKA yang telah diumumkan tersebut. Dan barangkali hal yang sama dilakukan di daerah lain.

Setelah berumah tangga akan terlihat jelas semua keburukan yang selama ini disembunyikan oleh kedua belah pihak. Karena beberapa alasan, semua kekurangan dan keburukan pasangan jadi enggan untuk dibahas. Tentu karena yang ada saat itu hanya sesuatu yang  serba indah waktu pacaran. Boro-boro mau membuka aib pasangan, kadang jelas terlihat di depan mata saja masih dibilang kelebihan. 

Namun bersiap-siaplah nanti ketika kita sudah berumah tangga. Akan ada banyak hal keburukan dan kekurangan yang akan kita temui. Barangkali hal tersebut tidak akan membawa masalah jika suasana hati kita lagi nyaman. Namun ketika suasana hati lagi banyak masalah, maka yang terjadi adalah kebaikan dan kelebihan pasangan kita justru menambah kekurangan yang ada. Dan bisa ditebak yang terjadi adalah saling menyalahkan pasangan dan menonjolkan kebaikan masing-masing. Sekali lagi, hal yang dulu sewaktu masa pacaran dianggap angin lalu, maka semua itu akan menjadi masalah yang besar setelah menikah. Yang lebih parah lagi kalu berujung ke penyesalan berkepanjangan. 

← Previous Page Next Page →