Setelah berumah tangga akan terlihat jelas semua keburukan yang selama ini disembunyikan oleh kedua belah pihak. Karena beberapa alasan, semua kekurangan dan keburukan pasangan jadi enggan untuk dibahas. Tentu karena yang ada saat itu hanya sesuatu yang  serba indah waktu pacaran. Boro-boro mau membuka aib pasangan, kadang jelas terlihat di depan mata saja masih dibilang kelebihan. 

Namun bersiap-siaplah nanti ketika kita sudah berumah tangga. Akan ada banyak hal keburukan dan kekurangan yang akan kita temui. Barangkali hal tersebut tidak akan membawa masalah jika suasana hati kita lagi nyaman. Namun ketika suasana hati lagi banyak masalah, maka yang terjadi adalah kebaikan dan kelebihan pasangan kita justru menambah kekurangan yang ada. Dan bisa ditebak yang terjadi adalah saling menyalahkan pasangan dan menonjolkan kebaikan masing-masing. Sekali lagi, hal yang dulu sewaktu masa pacaran dianggap angin lalu, maka semua itu akan menjadi masalah yang besar setelah menikah. Yang lebih parah lagi kalu berujung ke penyesalan berkepanjangan. 


Maka berikut ini adalah keadaan yang bisa jadi penyebab masalah yang terjadi. 
  • Pertama adalah munculnya kebiasaan yang berbeda antara kedua belah pihak. Misalnya sang istri yang terbiasa rajin, rapi, dan cermat, sementara suami orang yang jorok, tidak rapi dan suka ceroboh. Atau suami yang terbiasa dengan sesuatu yang cepat sementara istri serba lambat dalam berpikir dan berbuat. Serta banyak lagi perbedaan kebiasaan yang benar-benar akan mengganggu dalam perjalanan rumah tangga nanti kalau tidak cepat diatasi. 
  • Kedua adalah pola pikir yang berbeda. Perbedaan cara berpikir dan cara pandang dalam memecahkan masalah bisa terjadi karena faktor latar belakang (background) yang dibawa dari keluarga. Misalnya mereka yang sudah terbiasa hidup pas-pasan, prihatin, dan serba hemat, akan pusing jika pasangan mereka adalah orang yang berasal dari keluarga yang tercukupi baik harta maupun kasih sayang, serta terbiasa hidup boros. Ketika sudah menikah perbedaan latar belakang tersebut akan berimbas ke masalah pengelolaan keuangan keluarga. Apalagi kalau istri bisa menghasilkan uang yang melebihi apa yang dihasilkan oleh suami. Maka bisa jadi, suami hanya menjadi boneka sang istri saja. Yang berarti semua keputusan ditentukan oleh sang istri. 
  • Dan ketiga adalah munculnya perbandingan di sekitar kita. Perbandingan tersebut bisa kita temui di lingkungan rumah kita, tempat kerja, atau organisasi yang kita ikuti. Barangkali awalnya bermula dari sekedar iseng, yang kemudian mulai kearah yang serius. Di tempat –tempat tersebut kita akan menemukan orang-orang yang akan lebih baik dari pasangan kita. Mungkin dari sisi kecantikan atau ketampanan, kedewasaan dalam berbicara dan bertindak, cara mereka memperlakukan kita dan sebagainya. Yang tidak jarang kita justru merasa betah dan nyaman berlama-lama dengan mereka. Berawal dari sekedar curhat hingga berlanjut ke saling membantu sampai hubungan yang serius. Dan kalau sudah masuk ke hubungan yang serius, maka bisa menciptakan ketidakharmonisan dalam keluarga tentunya. Misalnya selingkuh, putus komunikasi dengan keluarga hingga berujung ke perceraian. Maka alangkah sayangnya bila hubungan pernikahan yang kita bina dari nol akhirnya jatuh ke perceraian. 
Sekali lagi akan banyak kita jumpai keadaan atau orang-orang yang lebih baik dari pasangan kita. Menerima dan menyadari kekurangan dan kelebihan pasangan masing-masing merupakan salah satu cara yang bijaksana untuk mengatasi hal-hal yang menciptakan ketidakharmonisan dalam keluarga. Dengan kita menyadari kelemahan pasangan kita, maka berarti kita siap untuk menutupi kekurangan yang ada pada pasangan kita pun sebaliknya. Memberikan apresiasi atas kelebihan yang dimiliki pasangan kita juga merupakan bentuk perhatian kita untuk selalu mendukung dan meningkatkan potensi kelebihan pada pasangan kita. Dan akhirnya kembalikanlah semua hal-hal yang kita dapati di luar rumah. Karena keluarga istri dan anak-anak kita adalah segalanya bagi kita. Dan belum tentu hal-hal yang menjadi perbandingan kita sesuatu yang pas dengan bayangan kita. Akan tetapi sah-sah saja kita mencari perbandingan di luar rumah untuk mencari alternative dan penyegaran dalam rumah tangga.Tetapi bukan untuk tujuan memiliki.

Comments

2 Responses to “Penyebab Pasangan Tak Lagi Menggoda”

  1. Yazid Fahmi on 3 April 2012 14.13

    wah, mungkin juga pasangan bosan ke kita kalau udah tak menggoda lagi, atau kebalikannya.hehe

    berkunjung dan berkomentar juga ya ke blog ane.
    http://www.info-yazid.com/2012/04/fenomena-gagal-panen-dan-mitos.html

  2. Ahsan Muhlisun on 3 April 2012 16.26

    mang kadang rumput tetangga lebih hijau..he...sip gan..thanks kunjunganya..