Masyarakat kita adalah masyarakat yang terkenal dengan sopan santunnya. Hal itu sudah dikenal sejak bertahun tahun yang lalu. Baik oleh bangsa kita sendiri maupun oleh bangsa asing. 
Tentunya kita harus merasa bangga dengan predikat yang disematkan kepada bangsa kita Indonesia. Masyarakat yang penuh dengan kerukunan. Saling menjaga toleransi dan persaudaraan walaupun adanya perbedaan bahasa daerah, suku maupun adat. Semua perbedaan itu dapat diatasi dengan adanya sikap saling menghargai dan mengakui akan hak dan kewajiban masing masing.
Sayangnya semua itu seakan hampir hilang dari kehidupan masyarakat kita saat ini. Ego dan sikap mau menang sendiri demi kepentingan individu dan golongan menjadi lazim kita saksikan. Tengoklah keadaan masyarakat kita saat ini. Hampir setiap hari kita menyaksikan kerusuhan dan anarkis yang dilakukan baik perseorangan maupun kelompok. Sungguh menyedihkan. Padahal bukan keuntungan yang diperoleh justru kerugian yang jumlahnya tidak sedikit. Dan kondisi ini justru semakin komplek ketika ada yang mengambil keuntungan dibalik aksi kerusuhan tersebut. Sehingga semakin menjadikan masyarakat kita terbiasa untuk melakukannya.
Ada banyak hal ringan sebenarnya yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya. Sesuatu yang dianggap sepele dan ringan oleh generasi muda kita saat ini.Ucapan terimakasih dan minta maaf merupakan hal yang jarang terdengar saat ini. Khususnya dikalangan anak remaja. Padahal kata kata ini sangat ringan dan bisa mengurangi dan menghilangkan adanya perselisihan akibat hal kecil. Ucapan terimakasih  seolah olah diucapkan hanya saat kita diberi sesuatu oleh orang lain. padahal ucapan ini layaknya kita ucapkan untuk semua keadaan. Tidak hanya saat menerima pemberian saja. saat kita melakukan transaksi jual beli, saat kita mendapatkan informasi dari seseorang, bahkan saat kita diingatkan oleh orang lain. Kebiasaan untuk mengucapkan kata terimakasih sangat membantu untuk menjadikan situasi hati kita dingin dan senang. Rasanya ada kesenangan dalam hati kita ketika kita dapat membantu orang lain, dan orang yang kita bantu pun mengapresiasi pertolongan kita walau hanya ucapan terimakasih. Ya minimal ucapan terimakasih.  Tentu masih ada hal hal lain yang bisa kita lakukan sebagai penghargaan atas pertolongan orang lain kepada kita. Karena agama mengajarkan kita untuk membalas kebaikan orang lain dengan yang setimpal minimal. Maka ucapan terimakasih dengan cara yang santun akan menggambarkan perasaan senang kita.
hal sederhana lain yang jarang diucapkan adalah ucapan permintaan maaf. Permintaan maaf seolah olah menjadi barang langka saat ini. Sesuatu yang menjadi kebiasaan masyarakat kita dulu. Ucapan minta maaf seolah olah menjadi sesuatu yang mahal bagi para remaja. Kata maaf menjadi simbol gengsi remaja kita. Bahwa kita yang paling benar maka tidak perlu meminta maaf kepada orang lain. Kata maaf merupakan ucapan yang hanya dikatakan oleh mereka para pecundang. Mereka yang harus kalah karena ketidak berdayaan mereka. Ucapan maaf seolah olah diperuntukkan bagi si miskin dan si lemah. sungguh ironis. Padahal kata maaf merupakan pemecah dari rasa dendam, peredam dari sikap mau menang sendiri serta pendingin dari rasa emosi yang kita pendam. Kata maaf harusnya dimiliki oleh bukan hanya yang mereka yang secara hukum dianggap salah. Tapi juga untuk mereka yang secara hukum juga dianggap benar. Kebiasaan meminta maaf juga dapat dilakukan tidak hanya ketika kita berselisih. Kata maaf seharusnya keluar saat kita mau meminta tolong, meminta izin, atau mengingatkan orang lain. Biarpun kita benar. Rasanya tidak ada lagi cerita seseorang yang terinjak kakinya, kemudian ia meminta maaf kepada orang yang menginjak kakinya untuk mengingatkannya. Bisa dipastikan yang keluar adalah kata kata makian dan ungkapan emosi. 
 Sungguh kebiasaan untuk mengucapkan terimakasih dan maaf tidak hanya milik orang muda. Tetapi juga untuk orang tua. Bahkan anak anak harus mulai dilatih untuk mengucapkan terimakasih dan kata maaf. Seandainya  kebiasaan mengatakan terimakasih dan maaf kita budayakan kembali saat ini. Sungguh akan terasa damai dan indah kehidupan bermasyarakat kita. Sungguh indah mendengar anak kecil  mengatakan terimakasih atau minta maaf kepada orang yang lebih tua. Begitu pula sebaliknya. Bukan merupakan aib  bagi orang yang lebih tua untuk meminta maaf dan berterimakasih kepada yang lebih muda. Semoga kebiasaan sederhana ini melengkapi kerukunan dan perdamaian diantara kita yang berbeda. Serta menghindari kehidupan yang penuh dengan anarkisme dan egoisme. 


Comments

2 Responses to “Budaya Mengucapkan Terimakasih dan Maaf Diantara Kita”

  1. Adang Muhammad on 31 Januari 2012 02.40

    Menarik pembahasannya...

    http://revolusigalau.blogspot.com/2012/01/pasang-peta-kesempatan-dapetin-hadiah.html

  2. Ahsan Muhlisun on 3 Februari 2012 22.18

    thanks..