Masuk Angin adalah sesuatu yang biasa dialami oleh anak-anak. Gejala yang muncul biasanya perut kembung, badan panas,ingin muntah, hingga rasa malas untuk makan. Selain itu biasanya anak-anak akan sedikit rewel dengan menangis atau merengek.

Bila anak-anak sudah bisa berbicara, maka tentu tidak terlalu sulit untuk mendeteksinya. Karena mereka akan mengatakan apa yang mereka rasakan kepada sang ibu atau ayah. Yang sulit adalah pada anak-anak yang masih dibawah satu tahun. Karena banyak diantara mereka yang belum mampu untuk menyampaikan apa yang mereka rasakan dalam kata-kata. Maka dari itu tentu orang tua mesti cermat dan paham dengan perubahan yang terjadi pada anak-anak kita. Khususnya ketika mereka masuk angin.

Rencana Kementerian Pendidikan Nasional untuk menghapus mata pelajaran bahasa Inggris di jenjang sekolah dasar mengundang banyak perhatian dari masyarakat. Hal ini tentu wajar karena kebijakan tersebut dianggap blunder. Banyak masyarakat yang dalam ini diwakili oleh pihak orang tua maupun pihak sekolah yang menyayangkan kebijakan tersebut. Mereka menganggap kebijakan tersebut kurang tepat di era modern   seperti sekarang ini.

Selamat kepada para guru yang telah lulus pada proses tahapan sertifikasi tahun 2012. Walaupun masih membutuhkan waktu dan proses berikutnya, paling tidak hati sudah merasa gembira ketika nama kita termasuk kedalam mereka yang telah lulus pada proses pemberkasan hingga  PLPG.

Sebagaimana kita ketahui bahwa saat ini pemerintah mulai memperketat proses pelaksanaan sertifikasi bagi guru. Hal ini sudah diperketat sejak proses pemberkasan. Karena setelah mereka lulus pada tahap verifikasi berkas maka mereka harus lulus Ujian Kompetensi Awal (UKA). Dan yang berikutnya adalah lulus pada proses PLPG. Maka ketika proses awal tersebut telah selesai, mereka tinggal menunggu proses pencairan tunjangan sertifikasi yang dijanjikan.

Bagi para guru yang ingin mengetahui hasil PLPG 2012 Propinsi Lampung dan persyaratan apa saja yang harus dipenuhi dapat langsung melihat atau mendownload ke sumber resminya di http://fkip.unila.ac.id/. Dan semoga bagi mereka yang belum terpanggil pada tahun ini dapat segera menyusul di tahun 2013. Amin

Bagi masyarakat umum, program sertifikasi dianggap sebagai "uang nemu" yang didapatkan oleh para guru. Penghasilan yang dianggap sebagai uang cuma-cuma untuk para guru. Hal ini tentu wajar karena mereka menganggap program ini menjadikan guru memiliki penghasilan yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Sehingga banyak masyarakat yang menganggap betapa mudah dan enaknya menjadi guru. Kerja sedikit namun bayaran berlipat. Sehingga tak sedikit yang ingin beralih profesi menjadi tenaga guru.

Terlepas dari semua anggapan tersebut, sesungguhnya ada begitu banyak kesulitan dan kerja keras untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi tersebut. Karena disana ada banyak persyaratan yang harus dilaksanakan oleh guru yang ingin mendapatkan tunjangan tersebut. Dimulai dari proses pendaftaran sertifikasi sampai proses untuk mendapatkan tunjangan tersebut.

Sedih rasanya melihat perkembangan pendidikan di negeri kita saat ini. Bagi mereka yang tidak terlibat secara langsung dalam dunia pendidikan, barangkali akan merasakan kebanggaan dengan perkembangan pendidikan kita saat ini. Namun bagi mereka yang terlibat dan tahu persis dengan perkembangan yang terjadi    maka akan merasakan keprihatinan yang mendalam.

Bagi sebagian orang mengikuti PLPG adalah hal yang menyenangkan. Karena sesungguhnya disana para peserta akan mendapatkan banyak sekali ilmu tentang bagaimana menjadi guru yang profesional. Disamping itu, mereka dapat berbagi ilmu dan pengalaman dengan peserta lain yang berasal dari sekolah atau daerah yang berbeda. Sehingga akan banyak sekali manfaat yang diperoleh dengan mengikuti PLPG. Apalagi itu menjadi prasyarat untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi.

Sayangnya semua itu tidak dirasakan oleh semua peserta yang ikut dalam kegiatan PLPG. Karena Tak sedikit pula dari para peserta tersebut yang merasa stress dan begitu tertekan saat mereka mengikuti PLPG. Banyak diantara peserta yang langsung masuk rumah sakit karena stress, atau bahkan sampai ada yang meninggal di saat mengikuti PLPG. Sehingga ada peserta yang mengundurkan diri dari keikutsertaan mereka dalam PLPG karena faktor stress atau faktor ketakutan untuk mengikuti proses kegiatan dalam PLPG.

Setiap kita tentu masih ingat apa yang orang tua kita lakukan untuk mencegah kita dari tindakan yang tidak diinginkan oleh orang tua kita. Salah satu cara yang efektif adalah dengan menakuti kita dengan sesuatu yang dianggap  menyeramkan dan menakutkan. Misalnya saja mengatakan, "awas nanti ada hantu kalau menangis terus". Atau dengan mengatakan,"awas nanti ada orang gila kalau keluar rumah". Atau barangkali dengan mengatakan, " awas nanti ada tikus besar kalau tidak mau bobok". Atau mungkin kalimat-kalimat lain yang biasa digunakan untuk mencegah anaknya untuk tidak menangis, pergi, atau minta sesuatu.

Bisa dikatakan cara ini memang cukup efektif untuk meredam keinginan anak-anak agar tidak melakukan hal yang tidak berkenan bagi orang tua mereka. Karena banyak diantara anak-anak tersebut yang memang mau menuruti apa yang dikehendaki oleh orang tua mereka. Terlebih lagi jika sang orang tua menambahkan bumbu-bumbu cerita yang semakin membuat anak takut dan percaya akan kata-kata orang tua mereka. Sehingga kebiasaan untuk menakut-nakuti anak menjadi kerap dilakukan oleh orang tua sebagai senjata andalan para orang tua tersebut.

Konflik dalam keluarga merupakan hal yang umum dialami oleh pasangan dalam sebuah keluarga. Hal ini biasanya terjadi setelah masing-masing pihak mulai memahami kelebihan serta kekurangan yang dahulu belum atau tidak terlihat saat menjalin hubungan. Maka bagi mereka yang sudah lama membangun dan menjalani proses berumah tangga, pasti tidak akan kaget bila menemui konflik dalam kehidupan rumah tangga mereka. Yang terpenting adalah konflik yang ada hendaknya masih sebatas konflik kecil. Andai sampai mengalami konflik yang besar, maka yang diharapkan adalah masih adanya kemampuan dan kemauan untuk menyelesaikan konflik yang ada.

Sesungguhnya, ada hal positif yang bisa menjadikan hubungan keluarga menjadi lebih harmonis dengan adanya konflik yang terjadi. Tentu setelah konflik berhasil diselesaikan oleh kedua belah pihak. Karena bagaimanapun, konflik yang muncul dapat menghindarkan kehidupan keluarga dari kebosanan. Hal ini bisa saja terjadi karena setiap manusia diberikan sifat alami untuk menemukan dan merasakan sesuatu yang berbeda dan berubah. Sehingga tatkala mereka mengalami proses yang statis, akan terasa membosankan. Dan yang terjadi adalah perasaan untuk mencari sesuatu yang baru. Dan bisa jadi menciptakan konflik adalah salah satu bentuk ekspresi untuk menghindari kebosanan dalam menjalani proses berumah tangga. Atau bisa dikatakan bahwa konflik dalam keluarga adalah bumbu pedas untuk menambah nikmat rasa dan selera makan.

Selayaknya wartawan adalah seseorang yang dihargai karena kerja kerasnya dalam memberikan informasi. Terutama karena wartawan seharusnya adalah sosok yang dianggap mampu sebagai penyeimbang akan beredarnya informasi yang keluar masuk di masyarakat kita. Hal ini penting karena bagaimanapun kita tidak akan mampu  untuk meneliti keakuratan berita dan informasi yang didapat. Khususnya mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia pemerintah kita.

Dengan adanya wartawan disekitar kita, maka mereka akan mampu untuk memberikan informasi yang cepat, cermat serta dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga tidak ada pihak yang berbuat sewenang-wenang di masyarakat kita. Wajar karena ketika ada hal-hal yang kurang berkenan yang menyangkut akan birokrasi dan kepentingan masyarakat banyak maka informasi yang ada hendaknya sesuai dengan yang ada.

Mengantre merupakan pemandangan yang biasa kita temukan saat ini. Pemandangan ini bukan lagi sesuatu yang aneh kita lihat baik di kota besar maupun kota kecil. Terlebih lagi pada fasilitas yang menjadi sarana utama bagi kepentingan masyarakat. Maka tak heran jika antrian bisa sampai panjang mengular. Dan bisa  memakan waktu yang sampai berjam-jam dan begitu melelahkan. 

Bagi mereka yang ingin kebutuhan dan keperluannya selesai, tentu tak akan ambil pusing untuk masuk dalam sebuah antrean. Karena yang terpenting adalah urusan mereka dapat segera terselesaikan dengan baik. Apalagi kalau biaya yang dikeluarkan memang relatif lebih kecil dibanding bila menggunakan jasa orang lain.  Maka tak heran bila mereka rela untuk menghabiskan tenaga, waktu, bahkan kesabaran meskipun harus terjebak dalam antrean yang begitu melelahkan. Namun demikian biasanya ada saja hal-hal yang membuat hati menjadi kesal dan kecewa  saat mengantre. Berikut ini adalah hal-hal yang bisa memicunya :

Saat ini PLPG menjadi pilihan utama bagi para guru yang ingin mendapatkan sertifikat sertifikasi. Hal ini dianggap jauh lebih menguntungkan dan juga lebih aman untuk menghindari praktek kecurangan dari pada mereka yang memilih jalur portopolio. Keuntungan yang bisa didapatkan oleh para guru peserta PLPG adalah ilmu dan pengalaman baru yang mereka dapatkan selama mengikuti PLPG. Karena disana mereka akan diberikan berbagai macam metode pembelajaran serta hal-hal yang berkaitan dengan dunia pendidikan.

Namun demikian ada sebagian guru yang merasa khawatir dengan PLPG. Hal ini dirasakan terutama bagi mereka para guru yang telah berusia tua. Wajar karena tentu kemampuan fisik serta berfikir sedikit menurun. Sementara kegiatan yang wajib diikuti selama proses PLPG begitu padat. Tak heran banyak diantara para peserta yang mengalami sakit atau pun stress karena banyaknya tugas yang harus mereka kerjakan. Belum lagi jadwal materi yang begitu padat selama 9 hari. 

Perayaan kelulusan merupakan hal yang menjadi tradisi pada mereka yang telah menyelesaikan  ujian nasional. Biasanya perayaan ini dirayakan secara bersama-sama oleh para siswa setelah pengumuman kelulusan diumumkan.  Tentu saja hal ini dilakukan sebagai rasa suka cita atas keberhasilan yang mereka dapatkan. Wajar saja karena sekian lama para siswa tersebut harus berjuang dan belajar dengan giat agar bisa lulus Ujian Nasional. Hal yang memang tidak mudah untuk dilakukan terlebih pada mereka yang terbatas kemampuannya. Maka tentu ada begitu perasaan gembira saat mereka berhasil lulus Ujian Nasional.

Ada beberapa ekspresi emosional yang diluapkan sebagai bentuk perayaan kelulusan. Ada yang merayakannya dengan sujud syukur bersama-sama, makan bersama, berlari-lari dilingkungan sekolah, mencoret-coret baju seragam, hingga melakukan konvoi kendaraan dijalan raya. Namun tak sedikit pula yang melakukan perayaan dalam bentuk kegiatan yang negatif. Banyak diantara para siswa tersebut yang merayakan kelulusan dengan minum-minuman keras, mengkonsumsi narkoba, mengganggu ketertiban umum dan hal-hal negatif lainnya.

Sudah menjadi naluri alamiah bahwa sesuatu yang berhubungan dengan sex merupakan hal yang menarik dan asyik untuk diketahui para remaja. Wajar karena pada masa ini baik laki-laki maupun perempuan sudah mulai merasakan sensasi organ intim mereka. Misalnya mimpi basah yang dialami laki-laki maupun haid yang dialami perempuan. Artinya keingintahuan untuk mengenal lebih jauh dan merasakan sensasi organ sexual akan semakin besar dan menggelora. Sehingga tak sedikit yang menyalurkan perasaan mereka pada proses hubungan pacar. 

Sayangnya banyak yang salah kaprah dalam memaknai makna cinta pada proses hubungan pacar. Salah satunya adalah anggapan bahwa hubungan sexual merupakan bentuk ekpresi dari perasaan cinta. Sehingga banyak pasangan remaja yang berani untuk melakukan hubungan sexual yang seharusnya hanya dilakukan saat mereka telah menikah. Dan dalam hal ini, para laki-laki lah yang banyak berperan untuk mengajak pasangan perempuannya mau atau terpaksa melakukan hubungan yang masih terlarang tersebut. Namun demikian banyak perempuan yang kurang menyadari modus yang laki-laki lakukan dalam menjebak mereka. Padahal merekalah yang sesungguhnya paling berpotensi dirugikan dalam hal ini. Maka berikut ini adalah modus pria mengajak pasangannya berhubungan intim:

Pernikahan merupakan proses yang pasti diidamkan oleh semua pasangan. Karena dengan menikah, berarti seseorang telah mendapatkan restu dan pengakuan baik oleh orang tua, masyarakat, agama maupun negara untuk hidup bersama dalam ikatan keluarga. Yang berarti di sinilah sesungguhnya pembuktian cinta akan teruji. Keindahan dan sesuatu yang baik-baik selama proses hubungan sebelum menikah akan segera terlihat kenyataannya. Hingga  sejauh mana sebuah ikatan keluarga dapat terus terbangun dan terbina.

Sayangnya, godaan biasanya akan muncul pada pria ketika mereka berada dalam proses menjelang pernikahan. Godaan  tersebut adalah berupa perasaan akan banyaknya wanita yang seolah-olah jatuh cinta pada mereka. Mereka merasa bahwa banyak wanita yang justru jatuh hati pada pria yang sedang menuju jenjang pernikahan. Padahal sebelum mereka memutuskan untuk menikah, tak banyak wanita yang mau menaruh perhatian apalagi jatuh hati pada mereka. Namun anehnya godaan datang setelah keputusan menikah diambil. Sehingga tak sedikit pria yang akhirnya terjebak dengan godaan tersebut. Banyak diantara pria yang tidak kuat dengan godaan tersebut. Sehingga mereka sampai menjalin hubungan dengan wanita lain. Padahal mereka tengah berada pada proses menunggu pernikahan.

Menjadi guru bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan oleh semua orang. Karena para guru dituntut untuk memiliki ilmu dan kepribadian yang baik. Ilmu yang baik merupakan ilmu yang akan ditransfer kepada anak didik nya. Sementara kepribadian yang baik merupakan modal untuk bisa menjadi contoh dan tauladan bagi para siswa nya. Ini artinya seorang guru seharusnya memiliki ilmu dan wawasan yang jauh lebih luas mengenai materi yang ia ajarkan. Dan memiliki sifat dan kepribadian yang terpuji yang akan menarik para siswa nya untuk menggali ilmu dari mereka.

Selain itu banyak mereka yang memiliki ilmu pengetahuan yang mumpuni. Namun banyak diantara mereka yang tidak memiliki keahlian untuk mentransfer ilmu yang mereka miliki kepada orang lain. Hal ini bisa disebabkan oleh tidak adanya bakat mengajar dalam dirinya. Terlebih memang jika seseorang tersebut tidak memiliki minat untuk bergelut dengan dunia guru. Maka sesungguhnya menjadi guru bukanlah sesuatu yang mudah. Karena menjadi guru bukanlah pekerjaan yang semudah pekerjaan menghadapi benda mati. Pekerjaan guru membutuhkan kesabaran, ketekunan, ketulusan serta keteladanan. Karena yang mereka hadapi adalah benda hidup bernama manusia. Makhluk hidup yang paling sempurna diantara semua ciptaan Tuhan.

Putus cinta dan bercerai adalah hal yang dirasa sangat menyakitkan bagi sebagian orang. Terlebih pada mereka yang benar-benar merasakan jatuh cinta pada pasangannya. Dimana mereka tidak menganggap perasaan cinta mereka sebagai main-main belaka. Namun menganggapnya sebagai cinta sejati dan yang terakhir. Sehingga ketika mereka harus merasakan pahitnya putus cinta, keindahan panorama cinta  seolah-olah telah musnah tertelan sakitnya kegagalan cinta. Hingga karena begitu menusuknya rasa sakitnya, tak sedikit yang jadi korban keganasanya. Bunuh diri atau hidup tanpa pasangan seumur hidup.

Siapapun tentu tak ingin merasakan kegagalan cinta. Baik pada mereka yang masih berstatus pacaran, apalagi yang sudah berkeluarga. Namun ketika keadaan memaksakan untuk melakukannya, tak banyak yang mampu untuk menghindarinya. Tak perduli siapakah orang tersebut. Entah pejabat, pengusaha, bangsawan, publik figur atau hanya orang awam biasa. Semua bisa melakukan atau menjadi korban dari kepahitan hidup bernama putus cinta.

Memiliki anak merupakan ujian sesungguhnya bagi setiap orang tua. Satu sisi, mereka merupakan pengisi kesejukan dalam keluarga. Namun disisi lain mereka bisa menjadi pemancing emosi bagi orang tua. Dan keduanya sering muncul secara bergantian bahkan terus menerus. Dimana anak mampu membuat orang tua merasakan kebahagiaan dan kegembiraan akan tingkah mereka yang sering menggelikan dan menghibur. Namun ada saatnya mereka bertingkah laku yang membuat orang tua kesal dan memancing emosi. Hingga tak jarang yang meluapkan emosi mereka hingga sampai menggunakan kekerasan fisik pada anak-anak mereka.

Ada beberapa kebiasaan anak yang sering memancing emosi orang tua. Kebiasaan ini bisa berhenti dengan sendirinya namun bisa terus dilakukan hingga mereka dewasa. Tergantung apakan kebiasaan tersebut merupakan bentuk ekpresi bakat mereka atau hanya sekedar meniru orang lain. Berikut ini adalah kebiasaan -kebiasaan tersebut :

Firasat bukanlah musyrik selama kita tidak memastikan kepastian sebuah kejadian. Baik dalam bentuk kejadian yang baik maupun yang buruk. Karena firasat merupakan pertanda atau kabar akan hal yang akan terjadi. Biasanya firasat akan datang menjelang terjadinya sebuah kejadian. Umumnya firasat hanya dirasakan oleh segelintir orang yang berhubungan dengan mereka yang mengalami kejadian. Hal ini bisa dirasakan oleh orang tua, anak, atau pun kawan. Sayangnya firasat baru dapat terasa maknanya ketika  sebuah kejadian telah menimpa.

Sebenarnya firasat tidak hanya berhubungan dengan hal-hal yang berbau musibah atau kejadian buruk. Karena firasat juga bisa datang untuk memberikan kabar akan hal-hal yang bersifat menguntungkan. Hanya pada umumnya masyarakat kita cenderung lebih memperhatikan firasat yang berhubungan dengan musibah yang menimpa. Disamping itu karena hal itu akan mudah terasa maknanya karena berhubungan dengan sesuatu yang menyedihkan dan menarik banyak simpati orang lain.

Menghadapi anak merupakan hal yang bisa menyenangkan namun juga bisa menyusahkan. Hal ini wajar karena pada masa ini anak anak akan memulai proses perjalanan hidup mereka. Pada tahap ini mereka biasanya akan banyak melakukan dan mencoba hal hal yang baru. Baik yang mereka kerjakan secara spontan maupun karena meniru dari orang lain. Sehingga tak jarang banyak orang tua yang begitu kerepotan saat menghadapi tingkah laku mereka. Terlebih pada anak yang memiliki tingkat agresif yang tinggi. Maka jangan heran ketika orang tua harus berbuat super ketat untuk menghadapi anak-anak tersebut.

Ada beberapa tindakan yang biasanya dilakukan oleh para orang tua saat menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan tingkah laku anak mereka. Salah satu diantaranya adalah dengan menggunakan ancaman. Hal ini dianggap cukup efektif untuk mencegah tindakan anak yang dapat membahayakan diri mereka dan kawan sebayanya.

Bagi mereka yang sudah memiliki bayi pasti pernah merasakan kelebihan yang ada pada bayi. Khususnya masalah buruk yang akan menimpa bayi mereka. Misalnya saja bayi yang terjatuh dari ranjang, bayi yang jatuh dari kendaraan, maupun bayi yang tertimpa oleh sesuatu. Ajaibnya banyak diantara para bayi itu yang selamat tanpa adanya luka atau kecelakaan yang berarti. Padahal seandainya hal buruk itu dirasakan oleh mereka yang bukan bayi, bisa jadi mengakibatkan keadaan yang tentu akan berakibat fatal.

Sesungguhnya kejadian akan hal-hal yang kurang bisa diterima oleh akal sehat kita kerap terjadi pada bayi. Atau juga pada batita yang masih berumur dibawah tiga tahun. Dimana mereka belum mampu untuk menjaga dan menghindarkan diri mereka dari hal-hal yang akan menyebabkan kejadian buruk. Lihat saja, banyak bayi yang terjatuh dari rajang yang cukup tinggi. Dan itupun tidak cukup hanya sekali, bisa sampai berulang kali mereka mengalaminya. Namun memang ajaib bahwa para bayi itu hanya mengalami memar sedikit. Padahal tak jarang kepala mereka membentur ke semen ataupun lantai yang keras. 

← Previous Page Next Page →