Menyuruh sesungguhnya hal yang biasa kita lakukan kepada orang lain dalam lingkungan keluarga. Terlebih untuk mereka yang berusia lebih tua dalam keluarga. Menyuruh bisa dilakukan orang tua kepada anaknya. Atau kakak yang menyuruh adiknya. Sementara apabila lebih muda tentu bukan menyuruh tetapi meminta. Namun demikian tentu harus ada saling pengertian antara dua belah pihak. Sehingga orang yang disuruh mengerjakan perintah dengan  kesadaran serta keikhlasan.  

Untuk menciptakan kebiasaan yang baik dalam menyuruh, sungguh sangat baik jika kita menggunakan kata tolong. Karena meski hanya sebuah kata yang pendek, namun pesan yang disampaikan sangat dalam dan berarti. Kata tolong mengingatkan seseorang bahwa ketika ia melaksanakan perintah berarti ia sedang menolong orang lain. Karena ucapan tolong mengandung makna seseorang tersebut membutuhkan bantuan walaupun hanya sesuatu yang sederhana. Sehingga orang yang kita suruh dapat lebih ikhlas untuk mengerjakan perintah. Baik pekerjaan yang bukan menjadi kewajibannya, atau pun pekerjaan yang memang sudah menjadi tugas dan kewajibannya.

Sifat pendiam dan pemalu merupakan sifat yang alami dimiliki oleh sebagian orang. Mereka yang pendiam biasanya malu untuk mengungkapkan perasaan atau apa yang ada dalam pikirannya. Meskipun bukan sebagai penyakit yang membahayakan, namun sifat pemalu dan pendiam sedikit menjadikan masalah dalam menjalin sosialisasi dengan orang lain. Tak jarang mereka yang memiliki sifat pendiam dan pemalu dianggap sebagai orang sombong. Sehingga tak jarang menimbulkan prasangka buruk dan kejadian kurang menyenangkan.

Suatu siang anak saya yang masih berumur empat tahun berkata,
"Ayah ayo kita sayang-sayangan." Saya pun lalu memeluknya kemudian saya ucapkan,
"Ayah sayang adek." Namun alangkah terkejut nya saya saat dia berkata,
" Kok ayah enggak lepas celana?"
Kemudian saya katakan, "Kenapa kok lepas celana?". Lalu dengan polos nya dia berkata,
" Kemaren adek ngintip waktu ayah sayang-sayangan sama bunda".
Mendengar ucapannya yang polos hati saya merasa geli, takut dan  ceroboh. Geli karena anak sekecil itu mau berbicara polos akan apa yang dia lihat. Takut karena nanti dia akan mempraktekannya dengan kawannya. Serta ceroboh karena saya tidak menyangka akan hal yang jauh dari yang saya dua. Saya pun berusaha menjelaskan apa yang kami lakukan. Dan sesekali tentu dia menyela penjelasan saya  dengan pengertian polos nya.  Hingga ia pun bisa memahami dan berjanji untuk tidak lagi berusaha mencuri pandangan. 

Nabi Yusuf merupakan  nabi yang menjadi manusia paling tampan di dunia. Ketampanannya begitu menggoda. Hingga wanita yang menyaksikannya begitu terpesona hinga lupa daratan. Begitu dahsyatnya ketampanan beliau sehingga sanggup menyihir begitu banyak wanita saat itu. Digambarkan saat menyaksikan Nabi Yusuf, para wanita itu sampai tidak sadar memotong  jari jari tangan mereka. Padahal seharusnya buah mangga yang mereka kupas. Suatu hal yang belum sampai terjadi pada wanita kala melihat idola mereka saat ini. Seganteng dan secantik apapun idolanya. 

Sungguh  di balik kisah tragis beliau, keistimewaan beliau dan kisah menarik beliau ada pelajaran yang sangat berharga yang pantas kita renungkan. Dan tentunya akan menjadi nasihat bijak untuk menjalani kehidupan kita.

Nabi Yusuf merupakan anak yang sangat di sayang oleh ayahnya nabi Yakub. Maka seharusnya kehidupan beliau dipenuhi dengan kesenangan dan kebahagiaan. Akan tetapi justru itulah ia mengalami nasib tragis, dimasukkan ke dalam sumur di tengah padang pasir oleh saudaranya. 

Kemudian saat beliau berada di dalam sumur, semestinya beliau mengalami penderitaan dan kesengsaraan. Akan tetapi justru di sinilah awal kebahagiaan beliau. Karena beliau diselamatkan dan diangkat menjadi anak oleh seorang penguasa Mesir saat itu. Sehingga tentu kehidupan beliau dipenuhi dengan kehidupan yang serba berkecukupan. Baik harta, kasih sayang maupun status sosial.

Kemudian , kehidupan beliau yang serba berkecukupan seharusnya membawa kebahagiaan. Namun justru tragis karena beliau harus mendekam di penjara akibat tidak mau menuruti nafsu istri penguasa yang sekaligus ibu angkatnya Siti Zulaekha.

Dan terakhir, kehidupan penjara yang seharusnya menjadikan kehidupan seseorang sengsara, justru menjadikan Nabi Yusuf mengalami kebahagiaan. Karena  penjara membuatnya bisa menjadi bendahara istana dan dipertemukan kembali dengan keluarga beliau. Dan hidup bahagia selamanya.

Terlepas dari status beliau sebagai seorang nabi, sungguh ada pelajaran berharga yang kita dapat dari kisah beliau. Pelajaran itu adalah bahwa kebahagiaan yang seseorang rasakan belum tentu membawa kebahagiaan selamanya. Dan sebaliknya, kesengsaraan dan kesedihan yang dirasakan seseorang, belum tentu menjadikannya menderita terus menerus. Karena akan ada kebahagiaan di balik kesusahan itu. 

Lihatlah di sekitar kita. Berapa banyak mereka yang kaya namun berakhir dengan kisah tragis. Ada yang masuk bui, hingga mati bunuh diri. Sebaliknya, kemiskinan, penderitaan, dan kesedihan justru membawa seseorang hidup bahagia. Maka rasanya tak pantas kalau kita selalu berprasangka buruk kepada Allah SWT. Karena sesungguhnya kepahitan yang yang kita rasakan pasti akan diganti dengan kebahagiaan. Tergantung sejauh mana kita berprasangka baik kepada Nya. Janganlah menilai nikmat Allah hanya dari luarnya. Allahua'lam bissawab.



Saya yakin kita sering melihat seekor serangga terjebak di kaca jendela. Kadang lalat, tawon, atau kupu-kupu yang cukup besar yang terjebak disana. Ada yang mungkin bisa selamat tapi banyak yang mati terjebak . Yang selamat karena mereka bisa menemukan jalan keluar. Sementara yang mati tak bisa lepas dari kaca jendela tersebut. Padahal kaca tersebut bukanlah perangkap yang sengaja digunakan untuk menangkap mereka. Tapi hanya jendela biasa tanpa pelekat seperti lem, getah atau yang lainnya. 

Ada pelajaran yang sangat berharga  yang bisa kita dapat dari sana. Sayangnya jarang diantara kita yang mau merenungkannya. Padahal akan sangat berguna sekali dalam mengambil keputusan dalam  menjalani hidup ini. Dan hal ini  bisa diterapkan dalam segala  langkah tentunya. Ya pelajaran sederhana tapi begitu berharga.
Maka apakah pelajaran yang bisa kita ambil?. Renungkanlah hikmah berikut:

  • Serangga yang mati adalah mereka yang memaksakan untuk melangkah hanya ke satu arah saja yaitu ke arah depan mereka. Sehingga mereka akan berusaha menerobos dinding kaca sekuat mungkin. Walaupun langkah mereka terhalang oleh kaca. Pemandangan di balik kaca tentunya yang memberikan semangat kepada serangga untuk mencapainya. Sayang mereka harus mati kelaparan dan kepanasan disana akhirnya.
  • Mereka yang bisa lepas dan hanya sedikit adalah serangga yang mau memutar langkah mereka tidak hanya dari arah depan saja. Serangga -serangga itu mencoba berbelok ke samping kanan dan kiri mereka. Hingga berbalik arah. Karena di sebelah kanan kiri  mereka tidak terhalang oleh dinding kaca yang luas. Hanya kayu yang tidak seberapa lebarnya sebagai pembatasnya. Tentunya ini akan memudahkan langkah mereka untuk lepas dari kaca jendela tersebut. Apalagi kalau mereka mau memutar balik langkah mereka. Memang butuh beberapa langkah. tapi itulah yang membuat mereka bisa bebas.
  • Sesungguhnya banyak diantara kita yang mengambil metode yang sama seperti serangga dalam mencapai tujuan. Ya tujuan kesuksesan tentunya. Banyak diantara kita yang berusaha keras meraih mimpi kita, sayangnya terfokus hanya satu arah saja. Sehingga  tak sedikit yang akhirnya kehabisan tenaga, pikiran hingga dana sedangkan hasilnya nyaris tidak ada. Dan berujung dengan kegagalan. Padahal seandainya kita melangkah pada arah yang berbeda maka hasilnya akan berbeda. Seorang kuli bangunan yang beralih menjadi tukang. Seorang pekerja di bengkel yang membuka bengkelnya sendiri. Atau mahasiswa yang mencoba untuk meminta kesempatan kepada dosen nya untuk memberinya kesempatan maju didepan kelas menerangkan materi yang dibahas. Tentu butuh persiapan dan keberanian .
  • Ada banyak mereka yang ingin mencapai sukses tapi hanya mengandalkan pekerjaan yang itu itu saja. mereka tidak mencoba pekerjaan lain yang tujuannya sama. Tentunya pekerjaan yang positif sifatnya. Ada banyak contoh dari mereka yang telah sukses dengan menerapkan teori lebah yang selamat dari kaca jendela. Memang butuh waktu, wawasan yang luas serta, kesabaran untuk mencoba langkah yang berbeda.
  • Tengoklah kesuksesan bisnis air mineral. Dulu banyak orang yang meragukan ,menertawakan, bahkan mencibir usaha ini. Dan sekarang bisa kita lihat betapa Aqua begitu mendominasi. Hingga  muncullah merek-merek lain. Atau banyak lagi kisah inspiratif di acara Kick Andi. Seorang tukang becak yang mampu membiayai anaknya hingga menjadi dokter di Jogjakarta. Seorang kuli bangunan yang bisa menjadi bos pemilik bisnis cuci mobil modern di Jakarta. Padahal  ia hanya lulusan SD sementara karyawan nya ada yang lulusan S2. Dan masih banyak kisah kesuksesan yang mungkin bisa kita dapatkan disekitar kita. 
Maka jangan ragu untuk mencoba cara yang berbeda saat impian kita belum tercapai. Cobalah dengan merubah langkah kita, cara kita, atau pandangan kita. Semoga kita termasuk diantara mereka yang sukses kawan.



Masyarakat kita adalah masyarakat yang terkenal dengan sopan santunnya. Hal itu sudah dikenal sejak bertahun tahun yang lalu. Baik oleh bangsa kita sendiri maupun oleh bangsa asing. 
Tentunya kita harus merasa bangga dengan predikat yang disematkan kepada bangsa kita Indonesia. Masyarakat yang penuh dengan kerukunan. Saling menjaga toleransi dan persaudaraan walaupun adanya perbedaan bahasa daerah, suku maupun adat. Semua perbedaan itu dapat diatasi dengan adanya sikap saling menghargai dan mengakui akan hak dan kewajiban masing masing.
Sayangnya semua itu seakan hampir hilang dari kehidupan masyarakat kita saat ini. Ego dan sikap mau menang sendiri demi kepentingan individu dan golongan menjadi lazim kita saksikan. Tengoklah keadaan masyarakat kita saat ini. Hampir setiap hari kita menyaksikan kerusuhan dan anarkis yang dilakukan baik perseorangan maupun kelompok. Sungguh menyedihkan. Padahal bukan keuntungan yang diperoleh justru kerugian yang jumlahnya tidak sedikit. Dan kondisi ini justru semakin komplek ketika ada yang mengambil keuntungan dibalik aksi kerusuhan tersebut. Sehingga semakin menjadikan masyarakat kita terbiasa untuk melakukannya.
Ada banyak hal ringan sebenarnya yang bisa kita lakukan untuk mencegahnya. Sesuatu yang dianggap sepele dan ringan oleh generasi muda kita saat ini.Ucapan terimakasih dan minta maaf merupakan hal yang jarang terdengar saat ini. Khususnya dikalangan anak remaja. Padahal kata kata ini sangat ringan dan bisa mengurangi dan menghilangkan adanya perselisihan akibat hal kecil. Ucapan terimakasih  seolah olah diucapkan hanya saat kita diberi sesuatu oleh orang lain. padahal ucapan ini layaknya kita ucapkan untuk semua keadaan. Tidak hanya saat menerima pemberian saja. saat kita melakukan transaksi jual beli, saat kita mendapatkan informasi dari seseorang, bahkan saat kita diingatkan oleh orang lain. Kebiasaan untuk mengucapkan kata terimakasih sangat membantu untuk menjadikan situasi hati kita dingin dan senang. Rasanya ada kesenangan dalam hati kita ketika kita dapat membantu orang lain, dan orang yang kita bantu pun mengapresiasi pertolongan kita walau hanya ucapan terimakasih. Ya minimal ucapan terimakasih.  Tentu masih ada hal hal lain yang bisa kita lakukan sebagai penghargaan atas pertolongan orang lain kepada kita. Karena agama mengajarkan kita untuk membalas kebaikan orang lain dengan yang setimpal minimal. Maka ucapan terimakasih dengan cara yang santun akan menggambarkan perasaan senang kita.
hal sederhana lain yang jarang diucapkan adalah ucapan permintaan maaf. Permintaan maaf seolah olah menjadi barang langka saat ini. Sesuatu yang menjadi kebiasaan masyarakat kita dulu. Ucapan minta maaf seolah olah menjadi sesuatu yang mahal bagi para remaja. Kata maaf menjadi simbol gengsi remaja kita. Bahwa kita yang paling benar maka tidak perlu meminta maaf kepada orang lain. Kata maaf merupakan ucapan yang hanya dikatakan oleh mereka para pecundang. Mereka yang harus kalah karena ketidak berdayaan mereka. Ucapan maaf seolah olah diperuntukkan bagi si miskin dan si lemah. sungguh ironis. Padahal kata maaf merupakan pemecah dari rasa dendam, peredam dari sikap mau menang sendiri serta pendingin dari rasa emosi yang kita pendam. Kata maaf harusnya dimiliki oleh bukan hanya yang mereka yang secara hukum dianggap salah. Tapi juga untuk mereka yang secara hukum juga dianggap benar. Kebiasaan meminta maaf juga dapat dilakukan tidak hanya ketika kita berselisih. Kata maaf seharusnya keluar saat kita mau meminta tolong, meminta izin, atau mengingatkan orang lain. Biarpun kita benar. Rasanya tidak ada lagi cerita seseorang yang terinjak kakinya, kemudian ia meminta maaf kepada orang yang menginjak kakinya untuk mengingatkannya. Bisa dipastikan yang keluar adalah kata kata makian dan ungkapan emosi. 
 Sungguh kebiasaan untuk mengucapkan terimakasih dan maaf tidak hanya milik orang muda. Tetapi juga untuk orang tua. Bahkan anak anak harus mulai dilatih untuk mengucapkan terimakasih dan kata maaf. Seandainya  kebiasaan mengatakan terimakasih dan maaf kita budayakan kembali saat ini. Sungguh akan terasa damai dan indah kehidupan bermasyarakat kita. Sungguh indah mendengar anak kecil  mengatakan terimakasih atau minta maaf kepada orang yang lebih tua. Begitu pula sebaliknya. Bukan merupakan aib  bagi orang yang lebih tua untuk meminta maaf dan berterimakasih kepada yang lebih muda. Semoga kebiasaan sederhana ini melengkapi kerukunan dan perdamaian diantara kita yang berbeda. Serta menghindari kehidupan yang penuh dengan anarkisme dan egoisme. 


Kawan pernahkah kau merenung sesaat , memikirkan betapa hebat cinta orang tua kita. Ini ada kisah sangat bijak yang ingin ku bagikan.
Seorang pemuda yang cerdas meminta ayahnya berjanji untuk membelikan sebuah mobil mewah jika dia berhasil lulus dari sebuah universitas ternama dengan nilai IPK yang sangat memuaskan. Ayahnya pun berjanji untuk membelikan mobil yang diinginkan oleh anaknya tadi. Hingga tibalah waktunya ketika pemuda tersebut berhasil lulus dengan nilai IPK yang fantastis 4.00.
Tibalah waktunya si pemuda tadi menagih janji ayahnya untuk membelikannya mobil mewah yang ia minta. Tahukah kawan betapa kecewanya si pemuda tadi ketika ayahnya hanya memberikan sebuah Al-Qur'an.Ya hanya Al-Qur'an yang terbungkus rapi. Sungguh hal yang tidak diduga.
Merasa jengkel dan marah serta kecewa si pemuda tadi menolak pemberian ayahnya. Kemudian ia bergegas keluar rumah sambil memaki dan memarahi ayahnya.Sedih ayahnya dengan sikap anaknya tersebut.
Pemuda tersebut pergi untuk mencari pekerjaan. Akhirnya berkat kerja kerasnya, si pemuda pun berhasil memperoleh hasil yang sangat cukup untuk membeli mobil mewah yang pernah ia minta ke ayahnya. Lama ia tidak mengetahui kabar ayahnya semenjak peristiwa yang mengecewakannya. Hingga suatu hari ia mendapatkan kabar bahwa ayahnya meninggal. Pemuda tersebut pun pulang untuk menyaksikan jasad terakhir ayahnya. Kawan, sesampainya di rumahnya terlihatlah ayahnya tergeletak terbujur kaku. Di sampingnya ada sebuah Al-Quran yang pernah ia tolak dulu masih terbungkus rapi. Kemudian diambillah Al-Qur'an tadi. Jatuhlah sebuah kunci mobil yang disematkan dibalik Al-Qur'an tersebut. Terkejutlah ia karena pada kunci tersebut tergantung nama mobil mewah yang ia minta, dan dealer tempat ayahnya membeli secara tunai. Ia pun menangis bersujud kejasad ayahnya menyesali kecerobohanya. Betapa sempit pikiranya saat itu.  Namun penyesalan tinggallah penyesalan.
Kita sering melihat pemberian / nikmat Allah hanya dari apa yang terlihat. Tanpa memahami hikmah dibaliknya.

Next Page →