Buat yang masih baru di dunia blog tentu akan sangat penasaran dengan iklan adsense yang telah kita tampilkan di blog kita. Baik adsense Indonesia atau pun dari luar negeri seperti Google adsense. Hal ini wajar karena terkadang ada perasaan ragu apakah benar kita akan mendapat bayaran saat iklan kita di klik. Baik mereka yang hanya sekedar iseng untuk menampilkan iklan adsense maupun memang mencari penghasilan dari iklan adsense. Namun semua alasan itu tentu normal dan wajar.
Saat kita mendaftar adsense, pasti kita sudah diberitahu persyaratan yang wajib kita patuhi. Salah satunya adalah larangan untuk mengklik iklan kita sendiri. Baik dilakukan oleh kita sendiri maupun dengan menyuruh orang lain . Dan saat kita setuju berarti kita siap mematuhi persyaratan itu. Akan tetapi ada hal yang muncul di benak kita setelah proses berlangsung. Muncul keraguan apakan benar kita akan mendapatkan bayaran saat iklan kita diklik. Apalagi setelah lama kita memasang iklan, tidak juga ada perubahan pada account pendapatan adsense kita. Maka timbullah keinginan untuk membuktikan apakah memang benar janji yang diberikan. Sialnya bukan pertambahan pada account penghasilan adsense kita, justru peringatan akan kecurangan yang kita lakukan. Masih beruntung kalau hanya diingatkan, karena biasanya account akan di banned. 
Bagi mereka yang hanya iseng , mungkin tidak masalah. Hanya untuk mereka yang memang berniat menekuni dunia blog untuk penghasilan utama tentu akan merugikan. Karena setelah menanti sekian lama, kita tidak dapat menikmati jerih payah kita. Dan parahnya lagi kadang account adsense  dibanned padahal kita tidak melakukan kecurangan tersebut.
Lalu apa yang semestinya kita lakukan. Jujur dan saling percaya dengan adsense merupakan hal yang perlu kita lakukan. Karena kita ingin memperoleh penghasilan yang terus menerus. Syukur bila bisa menopang kebutuhan kita. Tentu diperlukan pikiran saling berprasangka baik. Dan diikuti  dengan tindakan jujur dari kita. Tanamkan keyakinan bahwa rizki kita sudah diatur oleh Allah Swt. Rizki kita tidak akan tertukar dan terambil oleh orang lain. Hanya tertunda sesuai dengan usaha dan kreatifitas kita dalam berusaha. Ditambah oleh doa kita yang maksimal. Maka tiada salah tentunya kalau kita mulai dari blog kita. Menebarkan kebaikan dengan mengawali dari diri kita sendiri. Maka dunia blog semoga menjadi tempat untuk saling berbagi. Baik ilmu, pengalaman, atau pun rizki.



Dapur Otak Atik: Mengapa Terjadi Kecurangan Dalam Ujian Nasional ( ...: Tak lama lagi Dunia Pendidikan kita akan disibukkan oleh agenda rutin tahunan yaitu Ujian Nasional. Baik tingkat menengah atas (SMA/SMK/MA) ...

Tak lama lagi Dunia Pendidikan kita akan disibukkan oleh agenda rutin tahunan yaitu Ujian Nasional. Baik tingkat menengah atas (SMA/SMK/MA) , menengah pertama (SMP?MTs), maupun tingkat dasar (SD/MI). Ada kecemasan dan kekhawatiran tentunya yang dirasakan oleh pihak sekolah. Walaupun ujian nasional sudah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama. Namun tetap saja ada perasaan risau seandainya ada siswa yang tidak lulus. Hal ini sebenarnya tidak hanya dirasakan oleh pihak sekolah saja , tapi  dirasakan oleh siswa dan orang tua. Sayangnya Ujian Nasional yang bertujuan untuk menghasilkan output yang berkualitas, tidak diiringi oleh kesadaran dari semua pihak. Sehingga muncullah kecurangan dan pelanggaran dalam pelaksanaan Ujian Nasional.

Ada banyak alasan yang mendasari terjadinya praktek kecurangan pada Ujian Nasional. Pertama , bagi siswa tentu akan menjadi aib dan akhir dari sebuah proses panjang  tatkala mereka tidak lulus Ujian Nasional. Mereka akan merasa sangat malu kala nama mereka tidak termasuk yang berhasil lulus dalam daftar pengumuman. Walaupun tidak sedikit dari para siswa yang usahanya biasa-biasa saja dalam menghadapi Ujian Nasional. Karena banyak siswa yang ketika menghadapi Ujian Nasional justru masih asyik bermain game, begadang untuk kegiatan yang tidak ada hubunganya dengan Ujian. Namun tetap saja merasa tidak terima saat mereka tidak lulus ujian. Tetapi bagi mereka yang telah berusaha dengan maksimal, tentu ada kekecewaan. Karena mereka benar-benar telah berupaya maksimal untuk menghadapi Ujian Nasional. Dan terkadang mereka yang dianggap pandai justru mengalami nasib sial tidak lulus ujian nasional. Tidak adil memang tapi itulah fakta yang ada di lapangan. Maka akhirnya kecurangan pun dilakukan oleh para siswa.

Kedua adalah bagi pihak sekolah. Bagaimanapun sekolah masih bergantung dari banyak sedikitnya siswa yang mendaftar dan masuk . Saat banyak siswa yang mendaftar maka tentu akan ada hal positif dalam proses perjalanan sekolah. Karena dana bantuan dari pemerintah seperti BOS bergantung dengan jumlah siswa. Ketika banyak siswa nya tentu akan makin banyak dana yang diperoleh oleh pihak sekolah, dan sebaliknya. Selain itu adanya kebijakan sertifikasi bagi guru sangat membebani dalam hal mendapatkan jumlah jam yang memenuhi 24 jam per minggu. Karena bagi sekolah yang siswa nya sedikit, akan sangat sulit untuk memenuhi kewajiban itu. Hingga banyak yang tidak sesuai dengan praktek di kelas. Dan ketika sekolah tidak mampu meluluskan siswa nya dengan predikat yang baik, tentu akan berimbas pada siswa yang akan mendaftar dan masuk ke sekolah tersebut. Dan hal ini sangat dirasakan oleh sekolah swasta. Karena banyak guru-guru yang masih berstatus honorer. Bagi guru yang berstatus PNS  tentu masih bisa mendapatkan hasil dari gaji tetap mereka, andai sekolah sampai tutup. Ada juga sekolah yang menganggap Ujian Nasional sebagai kedzoliman yang dilakukan pemerintah. Karena sungguh tidak adil bagi sekolah yang keberhasilannya  ditentukan  hanya tiga hari. Maka sekolah menganggap kecurangan sebagai pembenaran atas kodzoliman yang mereka dapatkan.Tentu tidak bisa digeneralkan, karena masih ada sekolah yang memiliki moral yang terpuji. Mereka tetap mengedepankan sikap jujur dalam membangun kebaikan untuk anak didik nya.

Yang ketiga adalah pihak orang tua. Orang tua tentu merasa resah saat sudah banyak biaya yang mereka keluarkan. Walaupun sudah ada biaya dari pemerintah namun tetap ada biaya yang harus mereka keluarkan untuk biaya pendidikan diluar biaya sekolah. Maka tak sedikit akhirnya orang tua yang mendukung kecurangan yang terjadi. Paling tidak mereka tidak mau melaporkan kecurangan yang terjadi. Padahal banyak orang tua yang mengetahui praktek kecurangan yang terjadi selama ujian nasional. Seperti kasus yang terjadi pada seorang ibu di SDN Gadel II Tandes, Kota Surabaya saat beliau melaporkan kecurangan tersebut. Bukan dukungan justru cemooh dan intimidasi yang didapat dari wali murid lain.

Dan yang terakhir adalah pihak Dinas Pendidikan selaku wakil pemerintah. Bukan bermaksud berprasangka buruk, tapi suatu hal yang mustahil jika pihak Dinas Pendidikan tidak tahu dengan praktek kecurangan yang terjadi pada Ujian Nasional di daerah mereka. Karena sebelum Ujian Nasional akan ada sosialisasi yang mereka berikan. Ada semacam persiapan yang dilakukan untuk mengawali kecurangan tersebut. Walaupun tentu pihak sekolah yang berperan penting dalam hal ini. Ada perasaan gengsi tentunya bagi pihak Pemerintah yang diwakili Dinas Pendidikan jika banyak peserta didik yang berhasil lulus ujian nasional dan sebaliknya. Karena salah satu indikator keberhasilan Dinas Pendidikan adalah banyaknya peserta didik yang berhasil lulus Ujian Nasional. Wajar hal itu dituntut, karena sudah banyak biaya yang dikeluarkan baik melalui APBN maupun APBD untuk memperbaiki kualitas pendidikan. Baik untuk membangun fasilitas, kesejahteraan guru maupun siswa itu sendiri. 

Sekali lagi tentu tidak bisa disimpulkan bahwa semua pihak melakukan kecurangan selama proses Ujian Nasional. Karena masih ada pihak-pihak  yang memiliki hati  nurani untuk memperbaiki kualitas pendidikan dengan cara-cara yang baik. Masih ada siswa, sekolah, orang tua maupun pemerintah yang berlaku jujur. Tentu sangat ironis jika pendidikan sudah dimasuki kepentingan untuk tujuan yang tidak baik. Karena bagaimanapun pemimpin yang akan datang sangat ditentukan  dari proses pendidikan yang mereka dapat saat ini.

Jengkel rasanya saat barang kita hilang. Mungkin laptop, hp, BB atau android kita yang hilang. Bisa faktor kita yang ceroboh saat meletakannya , atau memang si pencuri yang sudah mengincar barang kita. Keadaan ini mungkin bisa diantisipasi kalau kita pasang software untuk mendeteksi dimana barang kita ngumpetnya. Ya walaupun  hanya barang yang sifatnya elektronik dan bisa terkoneksi dengan jaringan internet. Namun rasanya tak ada salahnya untuk jaga-jaga.
Prey agent adalah salah satu software pilihan yang bisa digunakan. Software ini gratis. Intinya kita mendaftarkan barang barang kita untuk selalu dipantau oleh situs ini. Jadi selama barang kita  terkoneksi dengan jaringan internet, maka barang kita bisa terdeteksi keberadaannya. Caranya mudah tinggal download saja software nya di sini. Kemudian kita install sesuai pilihan kita. Ada beberapa pilihan barang yang mau kita daftarkan untuk selalu dipantau keberadaannya. Setelah kita install kita harus buka account kita dulu di situs Prey . Kita lengkapi data nya. Untuk mendaftarkan layanan yang lebih banyak memang kita mesti upgrade ke yang bayar. Tapi kalau hanya satu atau dua barang rasanya cukup yang free acount saja.
Cara mendeteksinya adalah setelah kita sign in kita bisa cek pada account kita. Kemudian kalau ada barang kita yang hilang kita tinggal laporkan ke status account kita. Dengan memilih missing pada status barang kita.
Untuk yang versi blog just chek it out here http://preyproject.com/download

Dapur Otak Atik: Mengambil Pelajaran Dari Kisah Nabi Yusuf: Nabi Yusuf merupakan nabi yang menjadi manusia paling tampan di dunia. Ketampanannya begitu menggoda. Hingga wanita yang menyaksikannya beg...

← Previous Page Next Page →