Konflik dalam keluarga merupakan hal yang umum dialami oleh pasangan dalam sebuah keluarga. Hal ini biasanya terjadi setelah masing-masing pihak mulai memahami kelebihan serta kekurangan yang dahulu belum atau tidak terlihat saat menjalin hubungan. Maka bagi mereka yang sudah lama membangun dan menjalani proses berumah tangga, pasti tidak akan kaget bila menemui konflik dalam kehidupan rumah tangga mereka. Yang terpenting adalah konflik yang ada hendaknya masih sebatas konflik kecil. Andai sampai mengalami konflik yang besar, maka yang diharapkan adalah masih adanya kemampuan dan kemauan untuk menyelesaikan konflik yang ada.

Sesungguhnya, ada hal positif yang bisa menjadikan hubungan keluarga menjadi lebih harmonis dengan adanya konflik yang terjadi. Tentu setelah konflik berhasil diselesaikan oleh kedua belah pihak. Karena bagaimanapun, konflik yang muncul dapat menghindarkan kehidupan keluarga dari kebosanan. Hal ini bisa saja terjadi karena setiap manusia diberikan sifat alami untuk menemukan dan merasakan sesuatu yang berbeda dan berubah. Sehingga tatkala mereka mengalami proses yang statis, akan terasa membosankan. Dan yang terjadi adalah perasaan untuk mencari sesuatu yang baru. Dan bisa jadi menciptakan konflik adalah salah satu bentuk ekspresi untuk menghindari kebosanan dalam menjalani proses berumah tangga. Atau bisa dikatakan bahwa konflik dalam keluarga adalah bumbu pedas untuk menambah nikmat rasa dan selera makan.

Selayaknya wartawan adalah seseorang yang dihargai karena kerja kerasnya dalam memberikan informasi. Terutama karena wartawan seharusnya adalah sosok yang dianggap mampu sebagai penyeimbang akan beredarnya informasi yang keluar masuk di masyarakat kita. Hal ini penting karena bagaimanapun kita tidak akan mampu  untuk meneliti keakuratan berita dan informasi yang didapat. Khususnya mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia pemerintah kita.

Dengan adanya wartawan disekitar kita, maka mereka akan mampu untuk memberikan informasi yang cepat, cermat serta dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga tidak ada pihak yang berbuat sewenang-wenang di masyarakat kita. Wajar karena ketika ada hal-hal yang kurang berkenan yang menyangkut akan birokrasi dan kepentingan masyarakat banyak maka informasi yang ada hendaknya sesuai dengan yang ada.

Mengantre merupakan pemandangan yang biasa kita temukan saat ini. Pemandangan ini bukan lagi sesuatu yang aneh kita lihat baik di kota besar maupun kota kecil. Terlebih lagi pada fasilitas yang menjadi sarana utama bagi kepentingan masyarakat. Maka tak heran jika antrian bisa sampai panjang mengular. Dan bisa  memakan waktu yang sampai berjam-jam dan begitu melelahkan. 

Bagi mereka yang ingin kebutuhan dan keperluannya selesai, tentu tak akan ambil pusing untuk masuk dalam sebuah antrean. Karena yang terpenting adalah urusan mereka dapat segera terselesaikan dengan baik. Apalagi kalau biaya yang dikeluarkan memang relatif lebih kecil dibanding bila menggunakan jasa orang lain.  Maka tak heran bila mereka rela untuk menghabiskan tenaga, waktu, bahkan kesabaran meskipun harus terjebak dalam antrean yang begitu melelahkan. Namun demikian biasanya ada saja hal-hal yang membuat hati menjadi kesal dan kecewa  saat mengantre. Berikut ini adalah hal-hal yang bisa memicunya :

Saat ini PLPG menjadi pilihan utama bagi para guru yang ingin mendapatkan sertifikat sertifikasi. Hal ini dianggap jauh lebih menguntungkan dan juga lebih aman untuk menghindari praktek kecurangan dari pada mereka yang memilih jalur portopolio. Keuntungan yang bisa didapatkan oleh para guru peserta PLPG adalah ilmu dan pengalaman baru yang mereka dapatkan selama mengikuti PLPG. Karena disana mereka akan diberikan berbagai macam metode pembelajaran serta hal-hal yang berkaitan dengan dunia pendidikan.

Namun demikian ada sebagian guru yang merasa khawatir dengan PLPG. Hal ini dirasakan terutama bagi mereka para guru yang telah berusia tua. Wajar karena tentu kemampuan fisik serta berfikir sedikit menurun. Sementara kegiatan yang wajib diikuti selama proses PLPG begitu padat. Tak heran banyak diantara para peserta yang mengalami sakit atau pun stress karena banyaknya tugas yang harus mereka kerjakan. Belum lagi jadwal materi yang begitu padat selama 9 hari. 

Perayaan kelulusan merupakan hal yang menjadi tradisi pada mereka yang telah menyelesaikan  ujian nasional. Biasanya perayaan ini dirayakan secara bersama-sama oleh para siswa setelah pengumuman kelulusan diumumkan.  Tentu saja hal ini dilakukan sebagai rasa suka cita atas keberhasilan yang mereka dapatkan. Wajar saja karena sekian lama para siswa tersebut harus berjuang dan belajar dengan giat agar bisa lulus Ujian Nasional. Hal yang memang tidak mudah untuk dilakukan terlebih pada mereka yang terbatas kemampuannya. Maka tentu ada begitu perasaan gembira saat mereka berhasil lulus Ujian Nasional.

Ada beberapa ekspresi emosional yang diluapkan sebagai bentuk perayaan kelulusan. Ada yang merayakannya dengan sujud syukur bersama-sama, makan bersama, berlari-lari dilingkungan sekolah, mencoret-coret baju seragam, hingga melakukan konvoi kendaraan dijalan raya. Namun tak sedikit pula yang melakukan perayaan dalam bentuk kegiatan yang negatif. Banyak diantara para siswa tersebut yang merayakan kelulusan dengan minum-minuman keras, mengkonsumsi narkoba, mengganggu ketertiban umum dan hal-hal negatif lainnya.

← Previous Page Next Page →