Menjadi guru bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan oleh semua orang. Karena para guru dituntut untuk memiliki ilmu dan kepribadian yang baik. Ilmu yang baik merupakan ilmu yang akan ditransfer kepada anak didik nya. Sementara kepribadian yang baik merupakan modal untuk bisa menjadi contoh dan tauladan bagi para siswa nya. Ini artinya seorang guru seharusnya memiliki ilmu dan wawasan yang jauh lebih luas mengenai materi yang ia ajarkan. Dan memiliki sifat dan kepribadian yang terpuji yang akan menarik para siswa nya untuk menggali ilmu dari mereka.

Selain itu banyak mereka yang memiliki ilmu pengetahuan yang mumpuni. Namun banyak diantara mereka yang tidak memiliki keahlian untuk mentransfer ilmu yang mereka miliki kepada orang lain. Hal ini bisa disebabkan oleh tidak adanya bakat mengajar dalam dirinya. Terlebih memang jika seseorang tersebut tidak memiliki minat untuk bergelut dengan dunia guru. Maka sesungguhnya menjadi guru bukanlah sesuatu yang mudah. Karena menjadi guru bukanlah pekerjaan yang semudah pekerjaan menghadapi benda mati. Pekerjaan guru membutuhkan kesabaran, ketekunan, ketulusan serta keteladanan. Karena yang mereka hadapi adalah benda hidup bernama manusia. Makhluk hidup yang paling sempurna diantara semua ciptaan Tuhan.

Putus cinta dan bercerai adalah hal yang dirasa sangat menyakitkan bagi sebagian orang. Terlebih pada mereka yang benar-benar merasakan jatuh cinta pada pasangannya. Dimana mereka tidak menganggap perasaan cinta mereka sebagai main-main belaka. Namun menganggapnya sebagai cinta sejati dan yang terakhir. Sehingga ketika mereka harus merasakan pahitnya putus cinta, keindahan panorama cinta  seolah-olah telah musnah tertelan sakitnya kegagalan cinta. Hingga karena begitu menusuknya rasa sakitnya, tak sedikit yang jadi korban keganasanya. Bunuh diri atau hidup tanpa pasangan seumur hidup.

Siapapun tentu tak ingin merasakan kegagalan cinta. Baik pada mereka yang masih berstatus pacaran, apalagi yang sudah berkeluarga. Namun ketika keadaan memaksakan untuk melakukannya, tak banyak yang mampu untuk menghindarinya. Tak perduli siapakah orang tersebut. Entah pejabat, pengusaha, bangsawan, publik figur atau hanya orang awam biasa. Semua bisa melakukan atau menjadi korban dari kepahitan hidup bernama putus cinta.

Memiliki anak merupakan ujian sesungguhnya bagi setiap orang tua. Satu sisi, mereka merupakan pengisi kesejukan dalam keluarga. Namun disisi lain mereka bisa menjadi pemancing emosi bagi orang tua. Dan keduanya sering muncul secara bergantian bahkan terus menerus. Dimana anak mampu membuat orang tua merasakan kebahagiaan dan kegembiraan akan tingkah mereka yang sering menggelikan dan menghibur. Namun ada saatnya mereka bertingkah laku yang membuat orang tua kesal dan memancing emosi. Hingga tak jarang yang meluapkan emosi mereka hingga sampai menggunakan kekerasan fisik pada anak-anak mereka.

Ada beberapa kebiasaan anak yang sering memancing emosi orang tua. Kebiasaan ini bisa berhenti dengan sendirinya namun bisa terus dilakukan hingga mereka dewasa. Tergantung apakan kebiasaan tersebut merupakan bentuk ekpresi bakat mereka atau hanya sekedar meniru orang lain. Berikut ini adalah kebiasaan -kebiasaan tersebut :

Firasat bukanlah musyrik selama kita tidak memastikan kepastian sebuah kejadian. Baik dalam bentuk kejadian yang baik maupun yang buruk. Karena firasat merupakan pertanda atau kabar akan hal yang akan terjadi. Biasanya firasat akan datang menjelang terjadinya sebuah kejadian. Umumnya firasat hanya dirasakan oleh segelintir orang yang berhubungan dengan mereka yang mengalami kejadian. Hal ini bisa dirasakan oleh orang tua, anak, atau pun kawan. Sayangnya firasat baru dapat terasa maknanya ketika  sebuah kejadian telah menimpa.

Sebenarnya firasat tidak hanya berhubungan dengan hal-hal yang berbau musibah atau kejadian buruk. Karena firasat juga bisa datang untuk memberikan kabar akan hal-hal yang bersifat menguntungkan. Hanya pada umumnya masyarakat kita cenderung lebih memperhatikan firasat yang berhubungan dengan musibah yang menimpa. Disamping itu karena hal itu akan mudah terasa maknanya karena berhubungan dengan sesuatu yang menyedihkan dan menarik banyak simpati orang lain.

Menghadapi anak merupakan hal yang bisa menyenangkan namun juga bisa menyusahkan. Hal ini wajar karena pada masa ini anak anak akan memulai proses perjalanan hidup mereka. Pada tahap ini mereka biasanya akan banyak melakukan dan mencoba hal hal yang baru. Baik yang mereka kerjakan secara spontan maupun karena meniru dari orang lain. Sehingga tak jarang banyak orang tua yang begitu kerepotan saat menghadapi tingkah laku mereka. Terlebih pada anak yang memiliki tingkat agresif yang tinggi. Maka jangan heran ketika orang tua harus berbuat super ketat untuk menghadapi anak-anak tersebut.

Ada beberapa tindakan yang biasanya dilakukan oleh para orang tua saat menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan tingkah laku anak mereka. Salah satu diantaranya adalah dengan menggunakan ancaman. Hal ini dianggap cukup efektif untuk mencegah tindakan anak yang dapat membahayakan diri mereka dan kawan sebayanya.

← Previous Page Next Page →